Bagi klien, sebuah karya dari desainer paruh waktu (freelance) sering diragukan dan masalah harga juga cenderung ditekan, dengan alasan keprofesionalitasan yang dibandingkan dengan agensi periklanan. Kebanyakan klien ingin para desainer paruh waktu untuk menggambar dulu untuk mereka, kalau klien menyukai baru dibayar. Bagaimana kalau sudah dibuat ternyata karya yang dibuat tidak disukai oleh klien dan tidak dibayar?
Dengan menggunakan portfolio, kita bisa memberikan rasa aman bagi klien dan tentu saja suka atau tidaknya dengan karakter desain yang kita sajikan dengan yang diinginkan oleh klien.
Hard Copy Portfolio (Portfolio bentuk fisik)
Daripada kita memberikan hasil contoh gambar desain, lebih baik memberikan klien sebuah hasil cetak yang menarik dan praktis untuk klien menikmati karya-karya yang disajikan pada portfolio.
- berikan sedikit permainan (interaktif plays)
- berikan materi cetak yang berbeda (jenis kertas atau jenis printing)
- tidak memberi tulisan yang terlalu kecil atau tulisan yang tidak perlu
- pastikan gambar tidak pecah atau tulisan tidak terbaca (atau salah ketik)
- berikan kemasan (packaging)
- bisa menambahkan CD yang berisi slide karya, powerpoint, flash, film pendek, dll
Digital Portfolio (Portfolio online)
Untuk menjangkau klien yang tinggal diluar kota atau luar negeri kita bisa menggunakan digital portfolio. Untuk era sekarang ini sebuah portfolio online adalah suatu keharusan bagi para desainer paruh waktu.
- Buatlah sebuah website personal berisi keterangan dan data diri, serta kumpulan karya-karya terbaik. jangan lupa menampilkan contact info dan foto diri (tampilan yang profesional setidaknya, bukan foto yang terkesan main2)
- menggunakan porfolio online service : carbonmade.com, creativeshake.com, kayakarya.com, deviantart.com dll
No comments:
Post a Comment