LOGO
Dalam logo kita mengenal adanya : Logotype dan Logogram
Logotype adalah logo yang berupa tulisan (tulisan dekoratif, dengan tipografi sendiri, sans serif, serif, script)

Logogram adalah logo yang berupa gambar (gambar dari huruf, gambar objek, gambar bidang)

Kita juga bisa menggunakan logogram dan logotype dalam satu logo seperti

Branding itu tidak mudah! Kalau sekedar melekatkan gambar dan tulisan yang menarik saja tidak bisa menjadi Logo yang baik. Maka kita harus memperhitungkan Brand Insight dan Brand Essence sehingga logo tersebut selain estetik menarik juga mampu memberikan ketertarikan permanen terhadap konsumen yang melihat logo kita.
Brand Insight
Brand Insight adalah penekanan Brand pada visi misi yang diberikan pada konsumen melalui BY LINE atau TAG LINE untuk menjangkau keinginan konsumen pada Brand tersebut.
1. By Line
By Line biasanya berada di bawah logo produk, by line berfungsi untuk menggambarkan bisnis apa yang dibawa oleh produk tersebut.

Roemahkoe Hotel dengan by line "batik hotel and village" telah menggambarkan bisnis apa yang dibawa oleh logo tersebut, dan juga sudah menggambarkan suasananya sebagai hotel yang etnik serta suasana alam yang diusung seperti di pedesaan.
Contoh lain : Garuda Indonesia "The Airlines Of Indonesia", Ace Harware Indonesia "Pusat Pekakas Terlengkap" Ace Hardware LN "The Helpful Place", NOKIA connecting people.
Semakin dskriptif, maka brand tersebut semakin jelas arahnya kemana dan menyajikan apa bagi konsumennya.
2. Tagline
Tagline sering disebut sebagai jingle atau slogan.
Berbeda dengan by line, tagline merupakan slogan yang digunakan untuk mengklarifikasi atau mendramatisir manfaat emosional dan fungsional merek bagi para konsumen secara ekspresif.
Tagline memberi tahu konsumen apa yang akan mereka rasakan tentang barang tersebut, gambaran yang diharapkan oleh konsumen setelah membeli, memakai, mengkonsumsi barang tersebut.

Mc. Donald "I'm Lovin' it!" ---> apabila kita makan makanan yang disajikan oleh Mc. Donald maka kita akan 'mencintai'-nya dengan kata lain pesan yang ingin disampaikan adalah makanan Mc.Donald sangat enak, kau akan menyukainya.

Windows Vista "the WOW starts now!" --> apabila kita menggunakan windows vista maka kita akan merasakan "wow" yang ingin ditampilkan oleh windows vista
Tagline BMW “The Ultimate Driving Machine”. Para konsumen yang akan membeli BMW berharap mengalami kesenangan mengendarai mobil kelas dunia. Tidak hanya itu, para konsumen diharapkan mengetahui bahwa BMW adalah mobil yang dibuat dengan baik.
Philips dengan “Terus Terang Philips Terang Terus”
catatan : Tagline harus sesuai dengan positioning produk yang dipasarkan sehingga tercipta harmonisasi antara positioning dan tagline.
Brand Essence
Berbeda dengan brand insight, brand essence adalah satu atau dua kata yang mampu menghubungkan brand tersebut secara emosional pada konsumen/target konsumen.
Sifat brand essence : intangible (non fisik, sehingga dimaksudkan untuk menghubungkan emosional antara target dengan produk.
contoh: kenapa ada orang yang sangat maniak HONDA tapi tidak pernah mau membeli produk lain? --> konsumen ini telah memiliki hubungan emosional dengan brand HONDA.
brand essence yang berhasil maka mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para konsumennya.
sepatu basket : NIKE
pasta gigi : Pepsodent
air putih : Aqua
kamera : Canon
Mp3 : Ipod
mobil station : Kijang
dst...
Bagaimana cara membentuk Brand essence?
Beberapa langkah berikut dapat membantu kita untuk membentuk brand essence:
1. Kata sederhana yang mampu menyimpulkan fokus yang ada pada brand. Kesimpulan ini dapat berupa satu-dua kata saja.
2. Intangible, buat suasana yang dapat dirasakan, contoh: Harley Davidson memiliki Brand Essence sebagai motor macho dan gagah. Seperti produk Ponds yang mencerminkan kelembutan produk kecantikan, atau Starbucks produk yang menggambarkan kenyamanan dan ekslusifitasan.
3. Unik, dalam artian bahwa walaupun produk yang sama (ex. rokok atau pemutih wajah) apa yang berbeda? Seperti bank BCA yang memudahkan transfer dari mana saja kemana saja sudah diklaim olehnya, maka bank lain cenderung tergambar tidak semudah menggunakan BCA. Atau Molto sekali bilas, klaim ini menunjukkan produk lain tidak bisa menyaingi Molto sekali bilas tersebut.
4. Experiential (eksperimental), esensi brand dapat ditemukan ketika sedang digunakan atau dirasakan. Volvo menunjukkan "mengendarai Volvo membuat saya dan keluarga saya aman", maka brand essence yang ditunjukkan oleh Volvo adalah mobil yang aman bagi pengendaranya.
5. Konsisten diberikan terus menerus. Esensi yang muncul-hilang membuat konsumen gampang berubah pikiran.
6. Authentic (otentik, memiliki kredibilitas),terbukti atau sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Apabila barang menjanjikan hal palsu maka konsumen tidak merasa terjamin.
7. Sustainable, setelah dipikirkan masak-masak dan mendapat kesimpulan maka brand essense tidak perlu diubah-ubah lagi.
8. Bermakna, brand essence tidak ada artinya bila tidak memberikan hal-hal yang tidak relevan pada target konsumen
9. Pengkajian ulang, apakan brand essence ini mampu memperpanjang eksistensi brand tersebut?
N/B: bila ada pertanyaan silahkan email/via FB. TQ.
sumber gambar : dari berbagai sumber, hak cipta tetap pada pemilik/perusahaan yang bersangkutan.