Wednesday, November 17, 2010

Portfolio Bagi Desainer

Bagi klien, sebuah karya dari desainer paruh waktu (freelance) sering diragukan dan masalah harga juga cenderung ditekan, dengan alasan keprofesionalitasan yang dibandingkan dengan agensi periklanan. Kebanyakan klien ingin para desainer paruh waktu untuk menggambar dulu untuk mereka, kalau klien menyukai baru dibayar. Bagaimana kalau sudah dibuat ternyata karya yang dibuat tidak disukai oleh klien dan tidak dibayar?

Dengan menggunakan portfolio, kita bisa memberikan rasa aman bagi klien dan tentu saja suka atau tidaknya dengan karakter desain yang kita sajikan dengan yang diinginkan oleh klien.

Hard Copy Portfolio (Portfolio bentuk fisik)

Daripada kita memberikan hasil contoh gambar desain, lebih baik memberikan klien sebuah hasil cetak yang menarik dan praktis untuk klien menikmati karya-karya yang disajikan pada portfolio.

- berikan sedikit permainan (interaktif plays)
- berikan materi cetak yang berbeda (jenis kertas atau jenis printing)
- tidak memberi tulisan yang terlalu kecil atau tulisan yang tidak perlu
- pastikan gambar tidak pecah atau tulisan tidak terbaca (atau salah ketik)
- berikan kemasan (packaging)
- bisa menambahkan CD yang berisi slide karya, powerpoint, flash, film pendek, dll

Digital Portfolio (Portfolio online)

Untuk menjangkau klien yang tinggal diluar kota atau luar negeri kita bisa menggunakan digital portfolio. Untuk era sekarang ini sebuah portfolio online adalah suatu keharusan bagi para desainer paruh waktu.

- Buatlah sebuah website personal berisi keterangan dan data diri, serta kumpulan karya-karya terbaik. jangan lupa menampilkan contact info dan foto diri (tampilan yang profesional setidaknya, bukan foto yang terkesan main2)

- menggunakan porfolio online service : carbonmade.com, creativeshake.com, kayakarya.com, deviantart.com dll

Perkembangan Teknologi Grafika

Teknologi baru dalam bidang persiapan cetak. Komputer telah merombak dengan cepat bidang prepress sejak duapuluh tahun yang lalu. Ketika berkembang teknologi photo typesetter, PC dengan monitor dan keyboard; dimana sebelumnya bekerja dengan kamera foto reproduksi dan layar kontak, hingga scanner laser. Pada waktu yang sama, karena perkembangan yang pesat media elektronik, batasan antara prepress dan cetak offset telah saling melengkapi. Dengan GTO-DI Direct Imaging Technology yang diperkenalkan oleh Heidelberg pada tahun 1991, telah diciptakan koneksi/hubungan langsung yang pertama antara prepress dan cetak.

Tinjauan masa depan Heidelberg Druckmaschinen telah menjadi sebuah kenyataan dalam hal ini membuat komputer dapat mencetak yang sama sekali tanpa memutar melalui/via pelat dan film. Teknologi ini mempunyai kelebihan yang nyata/jelas. Hingga sekarang, beberapa tahapan disertakan dalam produksi cetak. Saat ini porsi yang besar pada proses ini dari ide hingga realisasinya dapat dikerjakan/diselesaikan secara digital. Juga, dalam hubungannya dengan prepress konvensional, dengan digital prepress maka kita dapat menghemat waktu, dengan komputer hingga film atau komputer hingga pelat.

Perkembangan yang inovatif juga mengemukakan terminologi baru. Dalam industri cetak kita bicara mengenai bits dan bytes, C-To-Press teknologi, PostScript, RIP, scanner, dan kamre digital. Berkembangnya teknologi digital dibidang prepress, printing, dan postpress dengan hardware dan software yang terbukti bagus, menawarkan alat-alat yang berguna untuk memenuhi produktivitas. Dibawah ini diuraikan teknologi CTP. Computer-To-Plate, yaitu proses pembuatan image atau gambar pada pelat cetak. Proses ini dikerjakan pada tahapan "prepress" - proses persiapan cetak. CTP atau disebut juga "direct-to-plate" berarti proses pembuatan pelat cetak secara langsung dari (file) komputer. Kecenderungan industri adalah bergerak ke arah digital, penggunaan CTP semakin banyak ditemukan pada industri percetakan terutama dinegara maju.

Penggunaan komputer selain masalah ekonomis, mengingat biaya buruh yang mahal
maka aspek fleksibilitas penggunaan komputer yang menghilangkan proses reproduksi menjadi pertimbangan penting perubahan ke CTP. Dibawah ini ada beberapa hal yang perlu diketahui bagi percetakan di Indonesia mengenai CTP, kelebihan dan kekurangannya sebagai upaya antisipasi.

2.1. Proses

Sesuai istilah direct-to-plate; proses pembuatan image pada plat tanpa mengunakan proses pembuatan film foto reproduksi, image langsung dicetak pada pelat langsung dari file komputer.

File digital tidak perlu diubah atau dimodifikasi kebeberapa file yang berbeda karena sudah deprogram dengan system RIPS, proses yang dilakukan pada pembuatan film cukup dilakukan semuanya menggunakan klik mouse dan memasukkan data via keyboard. Konsep dari pembuatan pelat berimage persis sama, sesuai data file yang dirancang/ didesain namun dengan cara yang sama sekali sudah berbeda.

2.2. Kelebihan
CTP meningkatkan waktu pembuatan pelat lebih cepat, konsistensi kualitas image dan gambar cetakan. Cara ini membutuhkan waktu lebih singkat dari cara percetakan offset litografi yang analog sebab menggabungkan dua proses menjadi satu. Tenaga manusia jelas berkurang karena tidak perlu lagi membuat film foto reproduksi. Paling tidak waktu bisa dihemat 20-30% dengan CTP. Image yang dihasilkan juga lebih jelas, tajam dan akurat dibanding dengan cetak analog yang tradisional sebab dot yang muncul lebih bersih dan turunan image pertama - langsung ke pelat cetak, efek dot-gain juga berkurang.

Penghematan lainnya dari aspek material yaitu lebih sedikit suplai, karyawan dapat dikurangi dan tidak menggunakan kamera reproduksi lagi, sehingga ruang yang dibutuhkan lebih sedikit. Penghematan ini bisa dijadikan insentif bagi harga cetak dan menjadi faktor kompetisi untuk menarik pelanggan baru

2.3. Kekurangan

Umumnya orang terbiasa dengan gambar cetak dengan dot-gain yang besar dan tampak lebih gelap. Tidak jarang pelanggan akan merasa aneh dengan hasil bagus "yang tidak biasa" ini. Perlu bagi percetakan untuk memberikan pengertian mengenai barang bagus yang baru ini ke pelanggan, supaya terbiasa. CTP juga merubah pola tanggung jawab kualitas cetak yang semula penuh pada percetakan, beralih ke "digital file creator" - orang
yang membuat file image.

2.4. Masalah umum yang dijumpai

Dalam proses cetak litografi, ada banyak kemungkinan merubah atau mengkoreksi hal yang salah pada film. Tidak demikian halnya pada CTP, operator percetakan harus benar-benar menjamin file image bersih. Perhatikan hal-hal berikut ini, simpan file dalam format CMYK bukan RGB dan gunakan spesifikasi yang tepat seperti :
(1) "bleed amount" yang tepat
(2) pastikan semua huruf dan resolusi image tinggi masuk dalam file, dan
(3) check penggunaan spot-color yang benar, dll.

Proses perbaikan digital file image yang salah sangat membutuhkan banyak waktu, yang akhirnya mengurangi kelebihan CTP terhadap sistim film analog.

2.5. Up-to-date dengan komputer & perkembangannya

Belajar terus menerus atau mengikuti perkembangan proses yang baru dan komputer menjadi wajib, karena bidang ini sangat cepat kemajuannya - dalam hitungan bulan. Photoshop dan Illustrator selalu memberi penambahan-penambahan dalam perangkat lunaknya. Perusahan seperti Adobe dan Extensies sering melakukan seminarseminar
pendidikan di berbagai kota dan negara. Akses ke internet atau website CTP menjadi alternative cara, ikuti kursus online, ikut chatroom dll.

Thursday, November 4, 2010

Info kerja Part Timer www.degeta.com

Lowongan kerja part timer bagi para desainer freelance

Di www.degeta.com

Lokasi kantor : Jl. D.I. Panjaitan MJ3 no. 151, Yogyakarta
nomor telp. : (0274)7441582/2690761

syarat :
- niat kerja
- menguasai bidangnya
- menyenangi profesinya
- sabar & tabah

untuk Yogyakarta dan sekitarnya maupun luar kota

Yang dibuat :
desain kartu nama, merchandise, promotion tools, dkk

Pameran Komik dan Kartun oleh Suara Merdeka

Diadakan pameran yang terbuka untuk umum termasuk komunitas, boleh menyertakan karya ilustrasi manual atau pun digital, bergaya komik (bebas), karikatur, lukisan dkk. (ukuran rata2 minimal A3 untuk ilustrasi manual atau digital, boleh lebih besar)

Grand Opening Pameran Kartun "100 Wajah Tokoh Jawa Tengah"
waktu : Senin, 13 Desember 2010
jam : 19.00 - selesai
Kawasan Kota Lama

informasi lebih lanjut bisa menghubungi :

0811290733 dengan Winda (Suara Merdeka)

Karya dikumpulkan sudah diberi bingkai (siap pasang), diserahkan pada Bapak Priyo di Gedung Suara Merdeka lt. 2 di Jalan Kaligawe Raya.

*dianjurkan untuk komunitas DKV dan anak-anak DKV untuk berpartisipasi. Cantumkan nama dan komunitas bila tergabung dalam komunitas

DKV UKSW bisa kontak ke : facebook.com/amelia.hoo terlebih dulu, terimakasih.

Monday, November 1, 2010

Laporan Studi Lapangan

Sejarah Singkat SM
- Pendiri, visi misi, pada awalnya berkiprah apa awalnya dan perkembangan sekarang ini (silahkan ditambahkan hal-hal lain yang relevan)

- Proses cetak apa yang digunakan
- Jenis kertas apa (untuk koran, tabloid, dan majalah di bawah bendera SM)
- Bagaimana proses cetak berlangsung
- Dalam hal iklan, bagaimana proses bertemu klien sampai dengan menjadi iklan di koran (format, list harga, halaman yang efektif untuk iklan berdasarkan segmentasi)
- Bagaimana proses distribusinya
- Apa pekerjaan desainer grafis di bidang percetakan media massa?

Kesimpulan

Lampiran

foto-foto bersama di depan gedung SM atau kantor SM bersama perwakilan di SM

~selamat berjuang~

Monday, October 18, 2010

Logo Branding (Insight and essence)


LOGO


Dalam logo kita mengenal adanya : Logotype dan Logogram
Logotype adalah logo yang berupa tulisan (tulisan dekoratif, dengan tipografi sendiri, sans serif, serif, script)



Logogram adalah logo yang berupa gambar (gambar dari huruf, gambar objek, gambar bidang)



Kita juga bisa menggunakan logogram dan logotype dalam satu logo seperti




Branding itu tidak mudah! Kalau sekedar melekatkan gambar dan tulisan yang menarik saja tidak bisa menjadi Logo yang baik. Maka kita harus memperhitungkan Brand Insight dan Brand Essence sehingga logo tersebut selain estetik menarik juga mampu memberikan ketertarikan permanen terhadap konsumen yang melihat logo kita.


Brand Insight

Brand Insight adalah penekanan Brand pada visi misi yang diberikan pada konsumen melalui BY LINE atau TAG LINE untuk menjangkau keinginan konsumen pada Brand tersebut.

1. By Line

By Line biasanya berada di bawah logo produk, by line berfungsi untuk menggambarkan bisnis apa yang dibawa oleh produk tersebut.



Roemahkoe Hotel dengan by line "batik hotel and village" telah menggambarkan bisnis apa yang dibawa oleh logo tersebut, dan juga sudah menggambarkan suasananya sebagai hotel yang etnik serta suasana alam yang diusung seperti di pedesaan.

Contoh lain : Garuda Indonesia "The Airlines Of Indonesia", Ace Harware Indonesia "Pusat Pekakas Terlengkap" Ace Hardware LN "The Helpful Place", NOKIA connecting people.

Semakin dskriptif, maka brand tersebut semakin jelas arahnya kemana dan menyajikan apa bagi konsumennya.

2. Tagline

Tagline sering disebut sebagai jingle atau slogan.
Berbeda dengan by line, tagline merupakan slogan yang digunakan untuk mengklarifikasi atau mendramatisir manfaat emosional dan fungsional merek bagi para konsumen secara ekspresif.

Tagline memberi tahu konsumen apa yang akan mereka rasakan tentang barang tersebut, gambaran yang diharapkan oleh konsumen setelah membeli, memakai, mengkonsumsi barang tersebut.



Mc. Donald "I'm Lovin' it!" ---> apabila kita makan makanan yang disajikan oleh Mc. Donald maka kita akan 'mencintai'-nya dengan kata lain pesan yang ingin disampaikan adalah makanan Mc.Donald sangat enak, kau akan menyukainya.



Windows Vista "the WOW starts now!" --> apabila kita menggunakan windows vista maka kita akan merasakan "wow" yang ingin ditampilkan oleh windows vista

Tagline BMW “The Ultimate Driving Machine”. Para konsumen yang akan membeli BMW berharap mengalami kesenangan mengendarai mobil kelas dunia. Tidak hanya itu, para konsumen diharapkan mengetahui bahwa BMW adalah mobil yang dibuat dengan baik.

Philips dengan “Terus Terang Philips Terang Terus”

catatan : Tagline harus sesuai dengan positioning produk yang dipasarkan sehingga tercipta harmonisasi antara positioning dan tagline.


Brand Essence

Berbeda dengan brand insight, brand essence adalah satu atau dua kata yang mampu menghubungkan brand tersebut secara emosional pada konsumen/target konsumen.

Sifat brand essence : intangible (non fisik, sehingga dimaksudkan untuk menghubungkan emosional antara target dengan produk.

contoh: kenapa ada orang yang sangat maniak HONDA tapi tidak pernah mau membeli produk lain? --> konsumen ini telah memiliki hubungan emosional dengan brand HONDA.

brand essence yang berhasil maka mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para konsumennya.

sepatu basket : NIKE
pasta gigi : Pepsodent
air putih : Aqua
kamera : Canon
Mp3 : Ipod
mobil station : Kijang
dst...

Bagaimana cara membentuk Brand essence?

Beberapa langkah berikut dapat membantu kita untuk membentuk brand essence:

1. Kata sederhana yang mampu menyimpulkan fokus yang ada pada brand. Kesimpulan ini dapat berupa satu-dua kata saja.

2. Intangible, buat suasana yang dapat dirasakan, contoh: Harley Davidson memiliki Brand Essence sebagai motor macho dan gagah. Seperti produk Ponds yang mencerminkan kelembutan produk kecantikan, atau Starbucks produk yang menggambarkan kenyamanan dan ekslusifitasan.

3. Unik, dalam artian bahwa walaupun produk yang sama (ex. rokok atau pemutih wajah) apa yang berbeda? Seperti bank BCA yang memudahkan transfer dari mana saja kemana saja sudah diklaim olehnya, maka bank lain cenderung tergambar tidak semudah menggunakan BCA. Atau Molto sekali bilas, klaim ini menunjukkan produk lain tidak bisa menyaingi Molto sekali bilas tersebut.

4. Experiential (eksperimental), esensi brand dapat ditemukan ketika sedang digunakan atau dirasakan. Volvo menunjukkan "mengendarai Volvo membuat saya dan keluarga saya aman", maka brand essence yang ditunjukkan oleh Volvo adalah mobil yang aman bagi pengendaranya.

5. Konsisten diberikan terus menerus. Esensi yang muncul-hilang membuat konsumen gampang berubah pikiran.

6. Authentic (otentik, memiliki kredibilitas),terbukti atau sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Apabila barang menjanjikan hal palsu maka konsumen tidak merasa terjamin.

7. Sustainable, setelah dipikirkan masak-masak dan mendapat kesimpulan maka brand essense tidak perlu diubah-ubah lagi.

8. Bermakna, brand essence tidak ada artinya bila tidak memberikan hal-hal yang tidak relevan pada target konsumen

9. Pengkajian ulang, apakan brand essence ini mampu memperpanjang eksistensi brand tersebut?


N/B: bila ada pertanyaan silahkan email/via FB. TQ.

sumber gambar : dari berbagai sumber, hak cipta tetap pada pemilik/perusahaan yang bersangkutan.

Wednesday, October 6, 2010

Tugas 1 DKV 5: Poster yang mampu menggambarkan Personal Branding

Poster Personal Branding

Tuangkan segala isi dan pikiran berkenaan dengan gambaran seperti apa yang ingin ditampilkan sebagai brand personal bagi masyarakat target konsumen kalian. Cari lah esensi-esensi yang ingin ditampilkan bagi orang yang melihat sehingga orang tertarik untuk melihat, anggap orang yang melihat adalah calon konsumen.

Contoh :

Kalian ingin memposisikan sebagai desainer ekslusif, gaya konvensional, dan funky
Penyampaian visual ini disesuaikan dengan karakteristik calon Target Konsumen secara abstrak.

contoh:
Target Konsumen kalian adalah : Remaja-Dewasa muda (16-25 th)
kesimpulan : bagaimana gaya ekslusif, konvensional dan funky yang cocok bagi kalian dan bagi target market?

---> berikan kesimpulan dalam bentuk visual (poster ukuran A3, diberi bingkai hitam (bahan bebas : infraboard, kertas karton dilapis linen hitam, atau bingkai yang lain).

Kalau belum jelas bisa tanya langsung ato via FB ato via YM : ayumi.matsuo@yahoo.com